Sejarah Perkembangan Synthesizer


SEJARAH SYNTHESIZER

Tahun 1870 | Electromechanical Piano
Electromechanical Piano di ciptakan oleh Hipps, seorang director sebuah perusahaan telegraph dari Swiss.

Tahun 1906 | Telharmonium
Thadeus Ca hill menemukan Tell harmonium, sebuah music instrument yang sound-ya dihasilkan lewat sebuah dynamo.

Tahun 1920 | Tabung Vacum
Alat musik ( music instruments ) ini berbasiskan tabung hampa ( tube vacuum ) pertama di ciptakan oleh Leon Theremin yang berasal dari Russia. Sebelumnya tabung vakum ( tube vacuum ) nya sendiri sudah di patent-kan oleh Lee De Forest pada Tahun 1906

Tahun 1930 | Hammond Organ
Diciptakan pertama kali oleh Laurent Hammond, sejak pertama di perkenalkan, langsung mendapatkan sambutan yang luar biasa. Mulai th. 1935 music instrument ini di produksi massal ( mass product ). Cara kerja instrument ini berdasarkan 91 kipas generator electro magnetic, sehingga menghasilkan sound yang khas.

Tahun1940 | Vocoder
Homer Dudley berasal dari America, menciptakan sebuah instrument dimana sumber frequency sound-nya berasal dari suara manusia. Instrument ini dinamakan Vocoder ( Voice Operated Recorder ). Dasar-dasar Digital Recording yang berkembang hingga saat ini, adalah mengambil dari concept cara kerja instruments ini.

Tahun1952 | Synthesizer
Harry Olson dan Belar dari RCA Studio America Serikat adalah yang menemukan instrument ini. Cara kerjanya seperti computer yang berdasarkan kode biner ( binary code ).

Tahun 1960 | Moog
Adalah Prof. Robert Moog yang telah menciptakan instrument ini, dan berhasil sukses dalam penjualannya. Principe kerja Moog Synthesizer ini berdasarkan component transistor secara manual. Moog ini menjadi cikal bakal terlahirnya keyboard-keyboard dan synthesizer-synthesizer modern.

Tahun 1963 | melotron
Memasuki awal th. 60-an, cara kerja instrument electric mulai banyak yang bergeser dengan memanfaatkan IC ( Integrated Circuit) dan Melotron adalah salah satu yang berhasil mengembangkanya. Cara kerja nya, IC ( Integrated Circuit) sebagai perekam ( recorder ) sound atau di sebut dengan technique sampling sebagai sound generator-nya. Tehnik ini akhirnya di adopsi oleh synthesizer-synthesizer modern generasi berikutnya.

Tahun 1970 | Keyboard and Synthesizer
Mulai pada tahun ini Japan menguasai pasar music dunia dengan merk-merk andalan seperti Roland, Kawai, Korg, Yamaha. Yang di tonjolkan oleh product-product ini adalah simple dan gampang di operasikan.

Tahun 1971 | Electone
Produsen instrimen Yamaha membuat Elect one ( Electronic Tone ). Di buat dengan concept One Player Hand. Secara physic instruments ini mirip seperti Organ, namun di lengkapi dengan fitur Sound Banks, rhythm section, dimana irama atau beat-beat tertentu sudah ter-program secara built-in.

Tahun 1980 | Portasound
Yamaha kembali membuat kejutan dengan merilis Porta sound seri PSR 10. Alat ini bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan Elect one. namun memiliki fitur-fitur layaknya synthesizer professional. Pada era ini pengguna Keyboard Synthesizer mulai bergeser pada instrument jenis ini.

Tahun 1982 | MIDI
Pada Tahun ini di temukannya MIDI ( Musical Instrument Digital Interface ) atau Bahasa antar instruments. Pada awalnya para produsen memiliki standard pem-program-an sendiri-sendiri, sehingga masih ada kendala apabila ingin menghubungkan dua instrument musik dari produsen yang berbeda. Pada tahun berikutnya beberapa perusahaan seperti Korg, Roland, Sequential, Yamaha, Kawai, Oberheim, bersepakat untuk membuat standard MIDI, agar setiap instrument dapat di hubungkan secara MIDI dan masing-masing dapat memahami instruction-nya. Lalu standard ini di ikuti sebagian besar produsen instruments music di seluruh dunia.

Tahun 1983 | DX7
Synthesizer DX7 buatan Yamaha adalah yang mengawali suksesnya dalam menerapkan standard midi disertai fitur yang memungkinkan sebuah Synthesizer dapat di hubungkan dengan PC ( Personal Computer ). Karena keunggulanya, pada masa ini synthesizer DX7 banyak digunakan musician-musician dunia seperti Duran duran, A-ha, dsb. Pada era ini pula sebagian besar musician sedang di landa demam MIDI, kalo nggak midi nggak modern. Musician yang ikut andil dalam berkembangnya MIDI di Indonesia adalah Fariz RM, Aminoto kosin, dsb.

Tahun 1989 | PC
PC atau Personal Computer mulai pada masa ini berkembang cukup pesat, dunia music tak ketinggalan terkena dampaknya. Para produsen seperti Steinberg, Twelve tone System, Prophelhead, Ableton, Adobe, dsb. Mengembangkan berbagai jenis software musik sequencer, editing, atau player. Dan kini segala jenis pekerjaan music format Midi ataupun Audio dapat dilakukan cukup dengan memiliki sebuah PC atau Personal Computer.

Tahun 2000 | Virtual Instrument
Pengolah music ber-basic software semakin lama semakin berkembang, maka bermunculan Sound Module yang berbentuk software atau di kenal dengan Virtual Instrument. Produsen-porodusennya antara lain : IK Media dengan product-nya : Sample Tank, Sonic Synth, Microslav Philharmonic, etc. Native Instrument dengan produknya : FM7 ( DX7 software version ), FM 8, battery, Pro53, etc. atau Steinberg dengan product-nya : Halion, The Grand, Hypersonic, dsb. Tidakketinggalan para produsen seperti E-Mu yang sebelumnya membuat sound module hardware seperti Proteus, Planet earth, Virtuoso dsb. juga merilis versi Virtual-nya. Bahkan untuk memainkan CD Sampling AKAI tidak perlu lagi memakai Hardware, karena Halion, Sample tanks, V Sampler sudah compatible dengan format AKAI.

sumber :fadhil patchi facebook note
part of benjamin life

13 thoughts on “Sejarah Perkembangan Synthesizer

  1. ane demen pake VSTi bang melalui FL Studio.,..
    minusnya kadang-kadang kompie ane jadi bluescreen sendiri nge-handle Vsti yang berat..

    ane jadi tertarik sama musik digital… ane berguru sama ente ya😀

  2. iya neeh gua, pengen belajar bikin musik yg make Synthesizer gitu, buat gua ikutin sambil nge drum, cuman bingung gmana bikin a, Hmm mao improve musik kaya attack-attack, heheeeee. saran nya yah bang

  3. coba aja untuk tahap awal buat yang sifatnya loop.. trus kamu ikutin dengan main drum boleh dengan jenis rhytem apa aja,, gunanya untuk penyesuaian metronome dengan loop,, jika sudah terbiasa coba gunain dengan system full track.
    kalau membuatnya bisa dengan DAW seperti fruityloop, nuendo, sonar, maupun yg lainnya..

    selamat mencoba sob🙂

  4. Jika Mas Ferry menulis…selalu menjadi bacaan/pengetahuan yg menarik.
    Dilihat dari riwayat midi, adalah kesepakatan para produsen agar produk mereka bisa sebahasa dalam memahami instruksi antar instrumen. Tapi kok banyak song midi dari keyboard A , jika disetel di keyboard B suara instrumennya ada yg berubah malahan ada yg tidak keluar. Bahkan midi song atau Style (irama dangdut) buatan Roland E86 kalau di play di Roland E 50, suara tamborine nya akan berubah jelek. Jauh dari suara tamborine, padahal kan sama-sama Ropland. Piye jal……harus mengedit lagi kan.

  5. Ping balik: bermain dengan bass synthetizer | guitar buntung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s